Setiap manusia pasti mempunyai rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT. Rezeki adalah segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya. Rezeki kita miliki bisa dimanfaatkan untuk diri sendiri, orang lain dan makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Kita memiliki paru-paru akhirnya kita bisa hidup karena bisa memanfaatkan oksigen di udara, kita diberi rezeki oleh Allah SWT dengan paru paru yang sehat sehingga dapat menikmati rezeki yang lainnya yaitu oksigen. Coba kalau paru paru kita susah untuk bernapas selama sebulan kira kira berapa ratus juta uang kita keluarkan untuk biaya berobat di rumah sakit? Supaya bisa menikmati oksigen.
Berbagi itu sangat mudah, bisa tanpa modal dan yang penting kemauan.Kita menanam pohon berarti kita berbuat memproduksi oksigen di udara sehinga bisa dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Menanam pohon berarti kita memanfaatkan rezeki tubuh yang sehat, yang hasilnya yaitu oksigennya setiap saat bisa dimanfaatkan (berbagi) juga oleh orang lain dan makhluk lainnya selama pohon tersebut hidup. Coba kalau kita bisa menanam seratus pohon saja berapa jumlah oksigen dihasilkan dan dimanfaatkan orang lain? Coba hitung sendiri. Belum manfaat dari hasil penjualan dari hasil pohon tersebut seperti buah, bunga, daun maupun kayunya. Dengan kata lain untuk mengembangkan dan memperbesar rezeki yang kita miliki, kita harus menggunakan rezeki tersebut supaya menghasilkan manfaat lainnya, semakin besar menghasilkan manfaat lainnya maka semakin besar rezeki yang kita miliki. Pada saat yang sama kita dapat membantu dan menolong orang lain karena orang lain dapat menggunakan manfaat dari hasil usaha kita dan akhirnya kita mendapat penghargaan dari orang lain, tentu saja juga pasti dari Allah SWT kalau kita ikhlas motivasinya.
Di era globalisasi kita semakin tahu ternyata rezeki Allah SWT sangat tidak terbatas yang diberikan pada manusia yang belum pernah dirasakan generasi sebelum kita. Ternyata di udara terdapat tidak hanya oksigen tetapi masih banyak sesuatu yang dapat diambil manfaatnya dan kita tidak bisa menghitung banyaknya. Misalnya bila kita mempunyai seperangkat alat(rezeki) yang bisa untuk internet, ternyata di udara banyak rezeki lainnya berupa informasi dalam bentuk file, e-book, video dan lainnya. Bahkan kalau kita memiliki ilmu dan ketrampilan internet marketing ternya kita dapat menghasilkan rezeki dalam bentuk uang sampai milyaran walaupun kita tidak mempunyai sawah, tanah, jabatan Negeri atau Swasta, saham, giro dan lainnya. Bahkan kita bisa mengajar sebagai guru/dosen ribuan orang secara online tanpa memiliki kelas/gedung sebagai ruang untuk proses belajar mengajar. Kita bisa jualan dengan menghasilan aset ratusan juta bahkan lebih tanpa memiliki toko, tetepi hanya memiliki domain dan hosting di internet yang dibeli dengan harga sangat murah hanya beberapa ratus ribu rupiah tidak nyampe jutaan rupiah, bahkan ada yang gratis tis tanpa modal.
Kunci melipatkan rezeki adalah dengan mendayagunakan manfaatnya rezeki tersebut berlipat lipat semakin banyak manfaat(berbagi) dirasakan dan digunakan orang lain maka akan semakin berlipat rezeki yang kita miliki. Sepert contoh diatas hanya dengan ilmu internet marketing seseorang dapat mempunyai penghasilan yang besar karena orang lain menghargai ilmunya atau jasa keahliannya.
Untuk itu mari kita bertebaran di mana saja, untuk menjemput rezeki yang sudah dijatahkan untuk kita oleh Allah SWT, kemudian berbagi pada sesamanya untuk menggandakan dan memperbesar rezeki kita dengan membolehkan orang memanfaat dan menggunakan terhadap apa yang kita miliki. Membolehkan orang lain memanfaatkan apa kita miliki akan menghasilkan nilai dan penghargaan, kumpulan nilai dan penghargaan dari orang lain akan melahirkan komunitas, dan dari komunitas akan menghasikan fasilitas. Fasiliatas merupakan kunci menghasilkan rezeki yang tak terbatas baik rezeki materi maupun immateri, baik untuk kehidupan sekarang maupun untuk kehidupan setelah meninggal (pada kehidupan sebenarnya/abadi).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar