Kita sebagai makhluk yang diciptakan oleh ALLAH SWT sudah dijamin segala kebutuhannya, manusia hanya disuruh berusaha dan berikhtiar untuk menjemput rezeki jatah kita sudah diberikan oleh ALLAH SWT. Pada saat kita berusaha untuk menjemput rezeki, sering mengalami kesulitan, bingung, bahkan mungkin diantara kita hampir putus asa sehingga muncul perasaan menyalahkan diri sendiri dan orang lain bahkan mungkin menyalahkan Tuhan YME.
Untuk untuk itu, sebagai hamba makhluk Allah SWT kita sudah seharusnya dan sepantasnya saling berbagi dan saling menolong antar sesama. Setiap manusia sudah pasti diberi oleh Allah ada sesuatu pada dirinya yang bisa diberikan, dibagikan, disampaikan, dirasakan, di... di... pada orang lain. Misalnya yang paling mudah adalah setiap orang pasti membutuhkan teman dan penghargaan dirinya dari orang lain, kita hanya dengan menyapa, memberi salam dan senyum sudah dapat membuat orang lain senang dan merasa berharga dirinya. Apalagi kalau kita mau mendengar segala keluh kesahnya, masalahnya, perasaan-perasaan kekecewaannya pasti akan lebih senang dan hal itu dapat kita lakukan boleh kita katakan tanpa modal karena modalnya sudah diberi oleh Allah yaitu diri kita sendiri sebagai pribadi yang utuh.
Dari pribadi yang utuh setiap orang pasti bisa berbagi pada sesamanya, kapan saja dan dimana saja. Berbagi kepada sesama adalah awal kita bisa menjemput rezeki yang lebih banyak, lebih besar, lebih mudah, lebih .... lebih.... dari Allah Swt. Disamping itu kita akan menikmati hidup yang lebih berharga, lebih tenang, lebih barokah, ... dstnya.
Maka sangat rugilah,.. sangat bodoh,.. sangat picik,. sangat sangat lain-lainnya yang negatip bagi kita yang tidak mau berbagi, pasti kita akan jadi orang yang sok .. angkuh.. mudah meremehkan orang lain... akhirnya sampai bisa meremehkan Allah SWT. Maka hal ini adalah awal dari segala kesulitan, kerugian dan celaka baik didunia maupun kehidupan setelah meninggal.
Kehidupan sekarang (di dunia) adalah satu satunya kehidupan untuk berusaha (kasab/bisnis/membangun aset) selain ini tidak ada. Kehidupan nanti setelah mati senang tidaknya, bahagia tidaknya, sangat ditentukan pada aset/prestasi kebaikan pada saat ini. Padahal waktu kita didunia sangat.. sangat... sedikit hanya beberapa detik bila dibanding dengan waktu kehidupan setelah mati. Mudah mudahan kita termasuk orang yang cerdas dan genius dengan memanfaatkan waktu yang hanya beberapa detik ini selalu membangun aset/prestasi kebaikan didunia yang berdimensi/menjangkau/berpengaruh pada kehidupan nanti setelah mati, dengan selalu berbagi(share) pada sesamanya kapan dan dimana saja.
Untuk itulah, saya merelese blog ini. Saya sebenarnya sangat awam sekali mengenai internet, sangat minim akan pengetahuan dan pengalaman tetapi sebagai wujud syukur dan terima-kasih pada Allah SWT memberanikan diri belajar merelese blog ini. Mudah mudahan dari langkah kecil ini saya memohon kepada Allah SWT Yang Pengasih dan Penyayang sebagai awal untuk menjemput rezeki kebahagiaan abadi, baik sekarang dan setelah mati.
Hanya Allah SWT yang selalu saya puji dan sanjung sanjung atas semua rezeki yang telah diberikan pada saya sebagai makhluknya/ciptaannya sehingga saya menjadi pribadi yang utuh.
Hanya Engkau Allah SWT saya, minta pertolongan dan mengadu, mohon kemampuan untuk ikhlas berbagi dan keridloan-Nya. Amiin.