Kita sering berfikir dan merasa tidak sukses atau mungkin sudah mempunyai keyakinan pada dirinya bahwa saya tidak mungkin sukses dalam mencapai cita citanya dibandingkan orang lain. Sebenarnya hal tersebut juga sama dialami oleh orang lain bahkan dialami oleh orang yang kita anggap sukses, kalau tidak percaya coba bertanya pada orang yang dikenal dianggap sukses menurut penilaian Anda.Tetapi mengapa orang kita anggap sukses bisa keluar dari jebakan perasaan negatip sedangkan kita untuk sementara belum bisa mengatasinya.
Setiap orang sebenarnya sudah mempunyai kunci(alat/rezeki) untuk menggapai kemudahan dan kesuksesan yang ada pada dirinya yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Hanya saja kita mungkin tidak mengetahui, menyadari, atau tidak mau berusaha mengenal dan menggunakan kunci kita sendiri yang sudah kita miliki. Atau ekstrimnya kita sering melihat, kagum, terbuai bahkan kadang ingin memiliki kunci milik orang lain yang belum tentu cocok Anda miliki kunci orang lain tersebut untuk Anda.Misalnya kita memiliki sepada motor honda vario tetapi karena ingin mengendarai mobil APV kemudian meminjam pada temannya mobil APV tetapi karena untuk menstatternya memakai kunci honda vario milikinya maka tentu saja mobil APV tersebut tidak akan bisa jalan. Begitu juga dalam hidup ini kadang kita berusaha dan bekerja untuk meraih kesuksesan tetapi justru kegagalan kita raih, barangkali dalam bekerja dan berusaha kita menggunakan kunci(cara/metode) orang lain yang belum tentu cocok untuk Anda. Seperti kita menjalankan sepeda motor Vario tentu saja akan bisa jalan apabila menggunakan kunci sepeda motor Vario tersebut, begitu juga dalam hidup kita kalau ingin bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan maka gunakan kunci sudah kita miliki dengan tepat benar, dan baik. Tepat sesuai potensi, bakat, minat, pengetahuan dan ketrampilan, jaringan, peluang yang diketahuinya dan lain sebagainya yang telah Anda miliki. Benar dalam mengaplikasinya sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Baik menurut Allah SWT dan manusia mempunyai nurani.
Untuk itu mulai sekarang lihatlah, selidikilah, gagapilah, rasakan, hayatilah, hargailah dengan setinggi tingginya terhadap apa yang Anda miliki dan apa yang pernah Anda alami baik yang disukai atau tidak disukai dalam perjalanan hidup Anda. Itu semua adalah kunci milik Anda, untuk memulai hidup lebih bermakna dan terhindar dari perasaan kebingungan dan kecemasan yang mungkin sering menghinggapi hati Anda. Hal itu juga Anda ada, hal itu juga yang Anda miliki dan dari hal itu juga Anda menjadi berkembang, maju dan matang.
Apa yang Anda miliki dan alami adalah kunci, jadi kunci adalah rezeki. Setiap orang pasti memiliki rezeki yang sudah diberi oleh Allah SWT dan setiap rezeki pasti bisa dimanfaatkan dan digunakan baik untuk dirinya maupun makhluk lainnya. Anda pernah dibohongi oleh orang lain pasti hati Anda merasa sakit bahkan mungkin dongkol dan marah, makanya akhirnya kita tahu kalau dibohongi itu rasanya tidak enak sehingga kita tidak akan pernah membohongi orang lain. Perasaan dan motivasi yang tidak akan membohongi orang lain adalah rezeki.
Rezeki adalah kunci, kunci untuk menemukan dan menggapai kesuksesan. Coba Anda menerapkan kunci yang tidak mau membohongi orang Anda praktekan dalam usaha Anda, pasti orang lain, pelanggan, konsumen Anda akan senang bergaul dan berbisnis dengan Anda. Dan hal itu sudah pasti mitra dan partner Anda akan mencerita pada orang lain mengenai Anda yang tidak mau berbohong. Kalau hal terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama dan meluas pada lingkungan dan jaringan lebih lebar maka Anda akan dikenal dan diakui oleh orang banyak maka Anda mempunyai nilai lebih didalam komunitas yang sudah mengenal Anda.
Penilaian dan penghargaan pada komunitas Anda pada hal hal positip merupaka awal dan cara melipatkan rezeki sehingga Anda akan semakin mendekati kesuksesan yang diinginkan.Karena komunitas (jaringan luas/orang banyak) akan melahirkan nilai transaksi yang banyak dan transaksi kebaikan yang banyak pada Anda pasti melahirkan nilai nilai kebaikan lainnya seperti prestise, materi, jaringan yang makin lebar dan mantap dan lain lainnya. Dengan kata lain, kebaikan/pelayanan yang dapat memuaskan orang lain melahir nilai, kumpulan nilai nilai akan membentuk komunitas dan komunitas akan melahirkan fasilitas pada orang tersebut, adapun bentuk fasilitas bisa uang/aset selalu berkembang, atau sebagai seorang ahli diakui dalam bidangnya. Sebagai contoh misalnya ahli menata rambut seperti Rudy Hadisuwarno, sekarang uang/asetnya terus berkembang karena orang percaya akan berhasil kalau bermitra dengannya.
Rabu, 05 Mei 2010
Minggu, 02 Mei 2010
Kunci Sukses adalah Berbagi Rezeki
Setiap manusia pasti mempunyai rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT. Rezeki adalah segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya. Rezeki kita miliki bisa dimanfaatkan untuk diri sendiri, orang lain dan makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Kita memiliki paru-paru akhirnya kita bisa hidup karena bisa memanfaatkan oksigen di udara, kita diberi rezeki oleh Allah SWT dengan paru paru yang sehat sehingga dapat menikmati rezeki yang lainnya yaitu oksigen. Coba kalau paru paru kita susah untuk bernapas selama sebulan kira kira berapa ratus juta uang kita keluarkan untuk biaya berobat di rumah sakit? Supaya bisa menikmati oksigen.
Berbagi itu sangat mudah, bisa tanpa modal dan yang penting kemauan.Kita menanam pohon berarti kita berbuat memproduksi oksigen di udara sehinga bisa dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Menanam pohon berarti kita memanfaatkan rezeki tubuh yang sehat, yang hasilnya yaitu oksigennya setiap saat bisa dimanfaatkan (berbagi) juga oleh orang lain dan makhluk lainnya selama pohon tersebut hidup. Coba kalau kita bisa menanam seratus pohon saja berapa jumlah oksigen dihasilkan dan dimanfaatkan orang lain? Coba hitung sendiri. Belum manfaat dari hasil penjualan dari hasil pohon tersebut seperti buah, bunga, daun maupun kayunya. Dengan kata lain untuk mengembangkan dan memperbesar rezeki yang kita miliki, kita harus menggunakan rezeki tersebut supaya menghasilkan manfaat lainnya, semakin besar menghasilkan manfaat lainnya maka semakin besar rezeki yang kita miliki. Pada saat yang sama kita dapat membantu dan menolong orang lain karena orang lain dapat menggunakan manfaat dari hasil usaha kita dan akhirnya kita mendapat penghargaan dari orang lain, tentu saja juga pasti dari Allah SWT kalau kita ikhlas motivasinya.
Di era globalisasi kita semakin tahu ternyata rezeki Allah SWT sangat tidak terbatas yang diberikan pada manusia yang belum pernah dirasakan generasi sebelum kita. Ternyata di udara terdapat tidak hanya oksigen tetapi masih banyak sesuatu yang dapat diambil manfaatnya dan kita tidak bisa menghitung banyaknya. Misalnya bila kita mempunyai seperangkat alat(rezeki) yang bisa untuk internet, ternyata di udara banyak rezeki lainnya berupa informasi dalam bentuk file, e-book, video dan lainnya. Bahkan kalau kita memiliki ilmu dan ketrampilan internet marketing ternya kita dapat menghasilkan rezeki dalam bentuk uang sampai milyaran walaupun kita tidak mempunyai sawah, tanah, jabatan Negeri atau Swasta, saham, giro dan lainnya. Bahkan kita bisa mengajar sebagai guru/dosen ribuan orang secara online tanpa memiliki kelas/gedung sebagai ruang untuk proses belajar mengajar. Kita bisa jualan dengan menghasilan aset ratusan juta bahkan lebih tanpa memiliki toko, tetepi hanya memiliki domain dan hosting di internet yang dibeli dengan harga sangat murah hanya beberapa ratus ribu rupiah tidak nyampe jutaan rupiah, bahkan ada yang gratis tis tanpa modal.
Kunci melipatkan rezeki adalah dengan mendayagunakan manfaatnya rezeki tersebut berlipat lipat semakin banyak manfaat(berbagi) dirasakan dan digunakan orang lain maka akan semakin berlipat rezeki yang kita miliki. Sepert contoh diatas hanya dengan ilmu internet marketing seseorang dapat mempunyai penghasilan yang besar karena orang lain menghargai ilmunya atau jasa keahliannya.
Untuk itu mari kita bertebaran di mana saja, untuk menjemput rezeki yang sudah dijatahkan untuk kita oleh Allah SWT, kemudian berbagi pada sesamanya untuk menggandakan dan memperbesar rezeki kita dengan membolehkan orang memanfaat dan menggunakan terhadap apa yang kita miliki. Membolehkan orang lain memanfaatkan apa kita miliki akan menghasilkan nilai dan penghargaan, kumpulan nilai dan penghargaan dari orang lain akan melahirkan komunitas, dan dari komunitas akan menghasikan fasilitas. Fasiliatas merupakan kunci menghasilkan rezeki yang tak terbatas baik rezeki materi maupun immateri, baik untuk kehidupan sekarang maupun untuk kehidupan setelah meninggal (pada kehidupan sebenarnya/abadi).
Berbagi itu sangat mudah, bisa tanpa modal dan yang penting kemauan.Kita menanam pohon berarti kita berbuat memproduksi oksigen di udara sehinga bisa dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Menanam pohon berarti kita memanfaatkan rezeki tubuh yang sehat, yang hasilnya yaitu oksigennya setiap saat bisa dimanfaatkan (berbagi) juga oleh orang lain dan makhluk lainnya selama pohon tersebut hidup. Coba kalau kita bisa menanam seratus pohon saja berapa jumlah oksigen dihasilkan dan dimanfaatkan orang lain? Coba hitung sendiri. Belum manfaat dari hasil penjualan dari hasil pohon tersebut seperti buah, bunga, daun maupun kayunya. Dengan kata lain untuk mengembangkan dan memperbesar rezeki yang kita miliki, kita harus menggunakan rezeki tersebut supaya menghasilkan manfaat lainnya, semakin besar menghasilkan manfaat lainnya maka semakin besar rezeki yang kita miliki. Pada saat yang sama kita dapat membantu dan menolong orang lain karena orang lain dapat menggunakan manfaat dari hasil usaha kita dan akhirnya kita mendapat penghargaan dari orang lain, tentu saja juga pasti dari Allah SWT kalau kita ikhlas motivasinya.
Di era globalisasi kita semakin tahu ternyata rezeki Allah SWT sangat tidak terbatas yang diberikan pada manusia yang belum pernah dirasakan generasi sebelum kita. Ternyata di udara terdapat tidak hanya oksigen tetapi masih banyak sesuatu yang dapat diambil manfaatnya dan kita tidak bisa menghitung banyaknya. Misalnya bila kita mempunyai seperangkat alat(rezeki) yang bisa untuk internet, ternyata di udara banyak rezeki lainnya berupa informasi dalam bentuk file, e-book, video dan lainnya. Bahkan kalau kita memiliki ilmu dan ketrampilan internet marketing ternya kita dapat menghasilkan rezeki dalam bentuk uang sampai milyaran walaupun kita tidak mempunyai sawah, tanah, jabatan Negeri atau Swasta, saham, giro dan lainnya. Bahkan kita bisa mengajar sebagai guru/dosen ribuan orang secara online tanpa memiliki kelas/gedung sebagai ruang untuk proses belajar mengajar. Kita bisa jualan dengan menghasilan aset ratusan juta bahkan lebih tanpa memiliki toko, tetepi hanya memiliki domain dan hosting di internet yang dibeli dengan harga sangat murah hanya beberapa ratus ribu rupiah tidak nyampe jutaan rupiah, bahkan ada yang gratis tis tanpa modal.
Kunci melipatkan rezeki adalah dengan mendayagunakan manfaatnya rezeki tersebut berlipat lipat semakin banyak manfaat(berbagi) dirasakan dan digunakan orang lain maka akan semakin berlipat rezeki yang kita miliki. Sepert contoh diatas hanya dengan ilmu internet marketing seseorang dapat mempunyai penghasilan yang besar karena orang lain menghargai ilmunya atau jasa keahliannya.
Untuk itu mari kita bertebaran di mana saja, untuk menjemput rezeki yang sudah dijatahkan untuk kita oleh Allah SWT, kemudian berbagi pada sesamanya untuk menggandakan dan memperbesar rezeki kita dengan membolehkan orang memanfaat dan menggunakan terhadap apa yang kita miliki. Membolehkan orang lain memanfaatkan apa kita miliki akan menghasilkan nilai dan penghargaan, kumpulan nilai dan penghargaan dari orang lain akan melahirkan komunitas, dan dari komunitas akan menghasikan fasilitas. Fasiliatas merupakan kunci menghasilkan rezeki yang tak terbatas baik rezeki materi maupun immateri, baik untuk kehidupan sekarang maupun untuk kehidupan setelah meninggal (pada kehidupan sebenarnya/abadi).
Selasa, 27 April 2010
Berbagi Untuk Menjemput Rezeki
Kita sebagai makhluk yang diciptakan oleh ALLAH SWT sudah dijamin segala kebutuhannya, manusia hanya disuruh berusaha dan berikhtiar untuk menjemput rezeki jatah kita sudah diberikan oleh ALLAH SWT. Pada saat kita berusaha untuk menjemput rezeki, sering mengalami kesulitan, bingung, bahkan mungkin diantara kita hampir putus asa sehingga muncul perasaan menyalahkan diri sendiri dan orang lain bahkan mungkin menyalahkan Tuhan YME.
Untuk untuk itu, sebagai hamba makhluk Allah SWT kita sudah seharusnya dan sepantasnya saling berbagi dan saling menolong antar sesama. Setiap manusia sudah pasti diberi oleh Allah ada sesuatu pada dirinya yang bisa diberikan, dibagikan, disampaikan, dirasakan, di... di... pada orang lain. Misalnya yang paling mudah adalah setiap orang pasti membutuhkan teman dan penghargaan dirinya dari orang lain, kita hanya dengan menyapa, memberi salam dan senyum sudah dapat membuat orang lain senang dan merasa berharga dirinya. Apalagi kalau kita mau mendengar segala keluh kesahnya, masalahnya, perasaan-perasaan kekecewaannya pasti akan lebih senang dan hal itu dapat kita lakukan boleh kita katakan tanpa modal karena modalnya sudah diberi oleh Allah yaitu diri kita sendiri sebagai pribadi yang utuh.
Dari pribadi yang utuh setiap orang pasti bisa berbagi pada sesamanya, kapan saja dan dimana saja. Berbagi kepada sesama adalah awal kita bisa menjemput rezeki yang lebih banyak, lebih besar, lebih mudah, lebih .... lebih.... dari Allah Swt. Disamping itu kita akan menikmati hidup yang lebih berharga, lebih tenang, lebih barokah, ... dstnya.
Maka sangat rugilah,.. sangat bodoh,.. sangat picik,. sangat sangat lain-lainnya yang negatip bagi kita yang tidak mau berbagi, pasti kita akan jadi orang yang sok .. angkuh.. mudah meremehkan orang lain... akhirnya sampai bisa meremehkan Allah SWT. Maka hal ini adalah awal dari segala kesulitan, kerugian dan celaka baik didunia maupun kehidupan setelah meninggal.
Kehidupan sekarang (di dunia) adalah satu satunya kehidupan untuk berusaha (kasab/bisnis/membangun aset) selain ini tidak ada. Kehidupan nanti setelah mati senang tidaknya, bahagia tidaknya, sangat ditentukan pada aset/prestasi kebaikan pada saat ini. Padahal waktu kita didunia sangat.. sangat... sedikit hanya beberapa detik bila dibanding dengan waktu kehidupan setelah mati. Mudah mudahan kita termasuk orang yang cerdas dan genius dengan memanfaatkan waktu yang hanya beberapa detik ini selalu membangun aset/prestasi kebaikan didunia yang berdimensi/menjangkau/berpengaruh pada kehidupan nanti setelah mati, dengan selalu berbagi(share) pada sesamanya kapan dan dimana saja.
Untuk itulah, saya merelese blog ini. Saya sebenarnya sangat awam sekali mengenai internet, sangat minim akan pengetahuan dan pengalaman tetapi sebagai wujud syukur dan terima-kasih pada Allah SWT memberanikan diri belajar merelese blog ini. Mudah mudahan dari langkah kecil ini saya memohon kepada Allah SWT Yang Pengasih dan Penyayang sebagai awal untuk menjemput rezeki kebahagiaan abadi, baik sekarang dan setelah mati.
Hanya Allah SWT yang selalu saya puji dan sanjung sanjung atas semua rezeki yang telah diberikan pada saya sebagai makhluknya/ciptaannya sehingga saya menjadi pribadi yang utuh.
Hanya Engkau Allah SWT saya, minta pertolongan dan mengadu, mohon kemampuan untuk ikhlas berbagi dan keridloan-Nya. Amiin.
Langganan:
Postingan (Atom)